Selamat Datang di Desa Sukanagara Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat

silahkan bergabung, apabila ada kritik dan saran dari pengunjung kami langsung berikan komentar di website Desa Sukanagara....terima kasih...!!

Kamis, 09 Juni 2011

Profile Desa Sukanagara Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur

DESA SUKANAGARA KECAMATAN SUKANAGARA KABUPATEN CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT

TAHUN 2011

                 Oleh            : Asep Sumardi,A.Ma                       Jabatan        : Sekertaris Desa

Kantor  Desa Sukanagara Kec. Sukanagara Kabupaten Cianjur

1. POTENSI UMUM
1.1 LETAK DAN LUAS WILAYAH
Desa Sukanagara terletak di Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat. dan salah satu Desa yang paling dekat dengan Kota Kecamatan, memiliki batas wilayah: sebelah utara berbatasan dengan Desa Sukamekar, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Gunungsari dan Desa Sukalaksana, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Pagelaran, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Gunungsari. Luas wilayah Desa Sukarame 1.497,350 Ha. terdiri dari pemukiman penduduk, pasar, pertanian dan paling luas kawasan perkebunan dan kawasan kehutanan.

 1.2 IKLIM, TOPOGRAFI DAN KEADAAN TANAH
Curah hujan di Desa Sukarame 2,500 Mm dengan suhu rata-rata hariannya adalah 19-24°C. Desa ini berada di ketinggian 900 mdl dari permukaan laut dan wilayahnya merupakan dataran tinggi. Jarak dari Kecamatan Sukanagara ke Desa Sukanagara sekitar 300 meter dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor atau jalan kaki kira-kira memerlukan waktu lima menit. Sedangkan jarak ke Ibu Kota Propinsi Jawa Barat yaitu Bandung sekitar 45 kilometer dan dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor kira-kira memerlukan waktu 2  jam. Desa ini memiliki tingkat kemiringan tanah 45º, memiliki lahan kritis 1.000 ha, tingkat erosi tanah ringan sebesar 147,350 ha, tingkat erosi sedang sebesar 150 ha/ m2, luas tanah erosi berat 1.000 ha/m2, dan luas tanah yang tidak ada erosi 200 ha.
2. POTENSI SUMBER DAYA ALAM
2.1 PERTANIAN
Jumlah keluarga yang memiliki lahan pertanian sebanyak 145 keluarga, dan yang tidak memiliki lahan pertanian sebanyak 1.452 keluarga. Berikut rincian keluarga yang memiliki lahan pertanian:
  1. Memiliki kurang dari 1 ha         : 95 keluarga
  2. Memiliki 1-5 ha                       : 40 keluarga
  3. Memiliki lebih dari 10 ha          : 10 keluarga
Komoditas tanaman pangan yang ditanam di desa ini, diantara adalah padi sawah, padi ladang, cabe,  tomat, kol, kacang-kacangan dll sedangkan jenis komoditas buah-buahan didominasi oleh pisang. Pemasaran hasil perkebunan dijual melalui tengkulak.
2.2 PERKEBUNAN
Jumlah keluarga yang memiliki tanah perkebunan kurang dari 5 ha sebanyak 150 keluarga, dan yang tidak memiliki lahan perkebunan 1.447 keluarga. Komoditas utama perkebunan warga adalah teh yang jumlah total seluruhnya adalah 15 ha, sedangkan lainnya merupakan kepemilikan usaha perkebunan yang dimiliki negara, sebanyak 550 ha. Pemasaran hasil perkebunan dijual melalui tengkulak.
2.3 KEHUTANAN
Luas lahan menurut pemilikan Perhutani atau instansi sektoral sebanyak 557 ha, dengan hasil hutan kayu sebanyak 500 m3/th dan bambu sebanyak 50.000 m3/th. Dampak yang timbul dari pengolahan hutan diantaranya adalah longsor atau erosi, kerusakan biota atau plasma nufta hutan, kemusnahan flora, fauna dan satwa langka, hilangnya sumber mata air, kebakaran hutan, terjadinya kekeringan, berubahnya fungsi hutan, terjadinya lahan kritis, hilangnya daerah tangkapan air, dan musnahnya habitat binatang hutan.
2.4 PETERNAKAN
Jenis populasi ternak di Desa Sukanagara diantaranya sapi dengan jumlah pemilik 20 orang dan perkiraan jumlah populasi 100 ekor. Kerbau dengan jumlah pemilik 1 orang dan perkiraan jumlah populasi 3 ekor. Ayam kampung dengan jumlah pemilik 120 orang dan perkiraan jumlah populasi sebanyak 4.700 ekor. Terakhir domba dengan jumlah pemilik 50 orang dan perkiraan jumlah populasi 200 ekor. Sedangkan produksi peternakan Desa Sukanagara adalah susu dan daging yang dikelola oleh koperasi.
2.5 PERIKANAN
Desa Sukanagara memiliki budidaya ikan air tawar dengan sarana empang/kolam sebesar 1.600 m2 dengan hasil 0,850 ton/th. Pemasaran hasil perikanan tersebut adalah dengan dijual langsung ke konsumen dan kepasar induk Desa Sukanagara.
2.6 SUMBER DAYA AIR
Sumber air bersih yang dimanfaatkan oleh penduduk Desa Sukanagara adalah 4 unit mata air yang dimanfaatkan oleh 200 KK, dan 65 unit sumur gali yang dimanfaatkan oleh 79 KK. Sedangkan jumlah sungai yang terdapat di Desa Sukarame berjumlah 1 buah dengan kondisi sebagai berikut:
  1. Pendangkalan/ pengendapan lumpur tinggi, dan banyaknya tumpukan sampah
  2. Keruh,
  3. Jernih dan tidak tercemar, dan
  4. Berkurangnya biota sungai.
3. DEMOGRAFI
Jumlah penduduk Desa Sukanagara sampai akhir Desember 2010 adalah 5.996 (laki-laki : 2.997 orang dan perempuan : 2.999 orang) dengan jumlah KK (Kepala Keluarga) sebanyak 1.597 KK. 

Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian pokok adalah: petani sebanyak 156 orang, buruh tani sebanyak 265 orang, PNS sebanyak 228 orang, pengrajin industri rumah tangga sebanyak 15 orang, pedagang keliling sebanyak 30 orang, peternak sebanyak 20 orang, pensiunan PNS sebanyak 33 orang, dukun kampung terlatih sebanyak 1 orang, arsitek sebanyak 1 orang, karyawan perusahaan swasta 38 orang, dan karyawan perusahaan pemerintah sebanyak 150 orang.   Jumlah kelahiran dan kematian di Desa Sukanagara setiap tahunnya tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan tingkat mobilitas penduduk ke luar desa yang cukup tinggi.  Jumlah kepadatan penduduk di desa ini adalah 15/km2.
Di desa ini terdapat 1.597 jumlah kepala keluarga dengan rincian tingkat kesejahteraan keluarga sebagai berikut:
  1. Keluarga prasejahtera        : 325 keluarga
  2. Keluarga sejahtera I          : 483 keluarga
  3. Keluarga sejahtera II         : 674 keluarga
  4. Keluarga sejahtera III       : 115 keluarga
4. KEHIDUPAN BERAGAMA
Penduduk Desa Sukanagara yang menganut agama Islam sebanyak 5.990 orang dan yang menganut agama kridten sebnyak 6 orang dengan etnis Sunda sebanyak 4.415 orang dan etnis Jawa sebanyak 33 orang. Di desa ini terdapat 11 masjid jami dan 26 mushala/langgar/surau yang digunakan untuk beribadah dan mengadakan kegiatan keagamaan. Kehidupan beragama desa ini juga tercermin dalam kegiatan keagamaan lain berupa peringatan maulid/ kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. yang biasa disebut dengan muludan, acara tersebut biasa dilakukan di masjid atau mushala dan diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, ceramah, serta bazanjian (pembacaan kitab barzanji) yang berisi bacaan shalawat. Selain itu tradisi mingonan masih dilakukan di desa ini, tradisi ini berupa pengajian yang biasa dilakukan setiap seminggu sekali di masjid atau mushala yang terdapat di tiap ke-RT-an.
Masjid Kaum Baiturrahman Desa Sukanagara

5. KESEHATAN LINGKUNGAN
Secara umum, masalah kesehatan di Desa Sukanagara kurang baik. Jarak antara jamban dan septictank yang terlalu dekat mengakibatkan kebersihan air kurang terjaga, selain itu jarak dari rumah ke kandang peternakan hewan juga dekat, namun kebersihan udara di desa ini cukup terjaga.  Jenis penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat di desa ini adalah reumatik, darah tinggi, dan demam. Fasilitas kesehatan di desa ini masih kurang memadai, hal ini ditunjukkan dengan jumlah ketersediaan posyandu yang hanya berjumlah 1 unit dan terletak di Sukanagara. Selain itu terdapat sarana kesehatan lain berupa puskesmas bantuan yang terletak di Desa Sukarame, serta terdapat tenaga kesehatan dukun bersalin terlatih dan bidan yang berjumlah masing-masing 1 orang. Untuk warga yang tidak mampu dianjurkan untuk membuat SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Dengan  adanya SKTM, biaya kesehatan untuk warga yang tidak mampu bisa gratis karena diambil dari anggaran kesehatan APBD Kabupaten Cianjur. Selain pembuatan SKTM, ada pula Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Namun Jamkesmas mempunyai kendala yaitu: pemberiannya belum merata, kurang tepat sasaran, serta pihak RT tidak dilibatkan dalam pembagian Jamkesmas karena yang diutus untuk memberikan Jamkesmas adalah kader dari puskesmas kecamatan.
6. KEHIDUPAN SOSIAL KEBUDAYAAN
Masyarakat Desa Sukanagara kebanyakan memeluk agama Islam dan sebagian kecil memeluk agama kristen, namun dalam hal tersebut ada sebagian masyarakat yang menjalankan sistem kepercayaan lain misalnya: menyediakan sesajen (ngukus) ketika hendak panen padi, tujuannya adalah agar hasil panen mereka melimpah dan tidak gagal. Dalam kehidupan lainnya masyarakat Desa Sukanagara masih melaksanakan upacara yang menyangkut daur hidup manusia, seperti upacara perkawinan, upacara kehamilan, upacara kelahiran, dan upacara kematian
1. Upacara perkawinan
Ritual yang dilakukan dalam upacara perkawinan yaitu :
  • Puasa: tradisi puasa selama 3 hari biasa dilakukan oleh calon mempelai wanita sebelum melangsungkan pernikahan.
  • Sapih: tradisi sapih ini adalah tradisi memisahkan calon mempelai wanita dan calon mempelai pria, keduanya dilarang bertemu sebelum akad berlangsung, biasanya tradisi sapih ini dilakukan selama 3 hari.
    Masyarakat di Desa Sukanagara tergolong ke dalam masyarakat dengan standar kehidupan yang sederhana, jika di kota Cianjur perayaan perkawinan biasa dilakukan 2 hari 3 malam dengan diisi berbagai macam hiburan, maka tidak demikian dengan desa ini, setelah akad nikah biasanya resepsi hanya diisi dengan acara ramah-tamah yang sederhana serta pengajian sebagai bentuk dari rasa syukur mereka.
2. Upacara kehamilan dan kelahiran
Ritual yang biasa dilakukan sebagai berikut:
  • 7 bulanan atau 4 bulanan: acara ini merupakan bentuk rasa syukur orang tua atas janinnya. Biasanya acara ini diisi dengan pengajian dan menyajikan bubur 7 rupa.
  • Ritual ari-ari: setelah bayi lahir, ari-ari bayi tersebut dimasukkan ke dalam kendi, dicampur gula merah dan bawang merah, dikukus atau tidak dikukus, lalu dikubur di bawah rumah. Menurut kepercayaan masyarakat, ari-ari adalah kembaran bayi yang hidup di alam lain. Penguburan dan penggantungan ari-ari tersebut adalah simbol keberadaan ari-ari tesebut yang akan menjaga bayi selama hidupnya.
3. Upacara kematian
Ritual yang menyangkut kematian yaitu pembacaan Surat Yasin pada saat 7 harian, 40 harian, 100 harian hingga setahunan, hal ini bertujuan untuk mendoakan arwah yang telah meninggal.
7. SARANA DAN PRASARANA
Sarana dan Prasarana di desa ini meliputi berbagai aspek, yaitu aspek pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan. Untuk aspek pemerintahan desa ini memiliki balai desa yang terletak di Desa Sukanagara,  di daerah ini juga terdapat gedung serbaguna yang biasa dimanfaatkan warga untuk melakukan kegiatan olahraga dan pertemuan penting antar aparat desa dengan seluruh masyarakat dalam kegiatan penyuluhan dan hal penting lainnya.
Bale Desa Sukanagara

Dalam bidang pendidikan, desa ini hanya memiliki 5 unit sekolah dasar dan 1 unit MI (Madrasah Ibtidaiyah),  1 unit MTsN, 1 unit Madrasah Aliyah selain itu terdapat juga 1 unit tempat kursus komputer, sebagai salah satu wujud pengembangan dan pembinaan desa, di desa ini sudah didirikan gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang sudah berjalan selama satu tahun. Dalam bidang kesehatan, desa ini hanya memiliki 1 unit puskesmas yang terletak di Desa Sukanagara, 1 unit Klinik, 4 unit dokter praktek dan 4 unit bidan praktek.
8. INDUSTRI RUMAH TANGGA DAN USAHA KECIL
Industri rumah tangga yang ada di Desa Sukanagara adalah industri  tahu, sedangkan usaha kecil yang dijalani masyarakat di desa ini adalah pengrajin kerupuk, pengrajin batu kali, dan usaha konveksi.
9. PEMBANGUNAN DESA
Pembangunan desa berjalan berkat peran serta masyarakat dan pemerintah setempat. Perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat dilakukan melalui suatu forum bersama antara masyarakat dengan instansi pemerintahan. Forum tersebut adalah Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa/ Kelurahan/ Musrenbangdes/Kelurahan.
Jumlah musyawarah perecanaan pembangunan tingkat desa/ kelurahan yang dilakukan pada tahun 2010, termasuk di tingkat dusun dan lingkungan adalah sebanyak tiga kali, jumlah kehadiran masyarakat dalam setiap kali musyawarah tingkat dusun/ lingkungan dan desa/ kelurahan sebesar 75%. Jumlah peserta laki-laki dalam Musrenbangdes di desa/ kelurahan sebesar 75%, jumlah peserta perempuan dalam Musrenbangdes di desa/ kelurahan sebesar 25%. Jumlah musyawarah antar desa dalam perencanaan pembangunan yang dikoordinasikan kecamatan sebesar 0,5%. Sumber data dasar yang digunakan sebagai bahan dasar dalam perencanaan pembangunan desa dan forum Musrenbangdes adalah data mengenai profil desa dan data BPS (Badan Pusat Statistik). Profil desa yang digunakan di dalam Musrenbangdes ini terus dimutakhirkan dengan melibatkan masyarakat desa sebagai objek sekaligus subjek dari pemetaan profil desa. Selain itu ada pula usulan masyarakat yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa dan Kelurahan sebesar 80% dan usulan pemerintah desa dan kelurahan yang disetujui menjadi Rencana Kerja Desa/ Kelurahan dan dimuat dalam RAPB-Desa sebesar 75%. Adapun usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah kabupaten/ kota/ provinsi dan pusat yang dibahas saat Musrenbangdes dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan memiliki persentase sebesar 100%. Desa ini memiliki dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa/ Kelurahan (RKPD/K). Selain itu memiliki pemilikan rencana pembangunan jangka menengah desa/ kelurahan (RPJMD/K), dan pemilikan dokumen hasil Musrenbangdes tingkat desa dan kelurahan yang diusulkan kepemerintah tingkat atas untuk dibiayai APBD kabupaten/ kota, APBD Provinsi dan APBN maupun sumber biaya dari perusahaan swasta yang investasi di desa/ kelurahan. Jumlah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui forum Musrenbangdes yang direalisasikan dalam APB desa, APB daerah kabupaten/ kota provinsi sebanyak enam kegiatan.
10. TATA PEMERINTAHAN
Desa Sukanagara merupakan Kota yaitu Desa yang terdekat dengan Kecamatan Sukanagara. Desa Sukanagara dikepalai oleh Kepala Desa yang dibantu oleh Sekretaris Desa, Kepala Urusan (KAUR) Pemerintahan, KAUR Pembangunan, KAUR Ekonomi pembangunan, KAUR Kesejahteraan Rakyat, KAUR Umum, dan Kaur Keuangan, Kepala Dusun, dan Kasat Linmas. Kepala Desa Sukanagara dalam pelaksanaannya bertugas membina 5 RW, 37 RT dan 32 DKM. Selain perangkat desa, terdapat pula lembaga lainnya yaitu BPD (Badan Permusyawaratan Desa) sebagai pengawas, LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), PKK, MUI, Karang Taruna. Desa Sukanagara terdiri dari 3 dusun, antara lain Dusun I, Dusun IIh, dan Dusun III.
Daftar nama perangakat Pemerintah Desa Sukanagara :
Ketua BPD                          : O. SUDRADJAT
Kepala Desa                        : NAWAWI
Sekretaris Desa                    : ASEP SUMARDI, A.Ma
Kaur Pemerintahan               : DEDEN KOSWARA, A.Ma
Kaur Pembangunan              : ANDRIE ZAINUR RAHMAT
Kaur Kesra                          : DEDI KUSTANA
Kaur Keuangan                    : ENUNG SURYATI
Staf Kaur Umum                  : H. ASLI
Staf                                      : SAMSUDIN
Kadus I                                : E. SULAEMAN
Kadus II                               : KUSNADI
Kadus III                              : NANANG SETIAWAN
Kasatlinmas                          : RUDI PRIANGAN


Terimakasih semoga profil ini dapat bermanfaat sebagai bahan informasi dan kami sangat mengharapkan kritik ataupun saran dari siapapun.

2 komentar:

  1. Coba pastikan lagi jarak dari Sukanagara ke Bandung sebagai ibu kota porvinsi berapa km ? cari di http://jaraktempuh.com/jarak-dari-bandung-ke-cianjur-jawa-barat.html, menurut google : Jarak Sukanagar - Cianjur sekitar 47 km, jarak Cianjur ke Bandung sekitar 64 km. Waktu tempuh Sukanagara - Bandung minimal 3 Jam. terima kasih.

    BalasHapus
  2. PERUMAHAN GRAND CAMPAKA RESIDENCE
    Type 27/60
    DP 2,5 jt
    booking kapling 1 jt , angsuran 800 rb an
    Depan polsek campaka, sukajadi.
    Dery
    Hub :085814136535
    WA :085814136535

    BalasHapus